Bagaimana pendapat Anda tentang pernyataan pada judul di atas? Bagaimana juga mengenai pernyataan berikut : “Sebagian pasien yang menderita penyakit kronis akan lebih memilih bermain game daripada harus minum obat”
Hmm.. Cukup aneh memang bagi sebagian orang. Tapi jujur, saya lebih memilih bermain game daripada minum obat. Hehe.. Selain bisa meringankan pikiran, saya juga bisa sejenak melupakan kalau saya lagi sakit!
Seorang peneliti yang bekerja di Simon Fraser University, Vancouver, Canada, meng-klaim bahwa memainkan video games bisa lebih efektif daripada menggunakan obat-obat tertentu saat mengobati penderita penyakit kronis. Melalui eksperimen, Professor Diane Gromala melaporkan bahwa pasien yang memainkan game VR/Virtual Reality akan merasa lebih nyaman dibandingkan pasien yang hanya menjalani pengobatan rasa sakitnya saja.
“Mengontrol rasa sakit melalui VR dan terapi meditasi biofeedback menjanjikan kesuksesan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah pada pengobatan rasa sakit”
Pasien-pasien yang mendaftarkan diri pada program penyembuhan penyakit kronis, pada umumnya akan menghindari terapi fisik, konsultasi, serta resep obat penghilang rasa sakit (Rata-rata orang malas minum obat, seperti saya..) Seringnya, pasien akan menolak tawaran terapi (kecuali terpaksa, menurut saya) daripada mengalami kecanduan obat.
Ini bukan kali pertama teknologi pada game berdampak baik pada kesehatan pemainnya. Meskipun memainkan games pada Nintendo Wii yang sebagian besar gameplay pada game-gamenya mengharuskan kita untuk bergerak, tidak dihitung secara teknis baik untuk kesehatan, akan tetapi konsol ini sampai sekarang masih menjadi pilihan untuk digunakan pada pusat-pusat rehabilitasi/klinik dan panti asuhan di luar negeri.
So... Bagaimana dengan Anda? Lebih enak main game atau minum kapsul obat yang segede jempol?? Haha... Asal jangan sampai kecanduan games aja...
--END--
06 Januari 2008
Video Games Lebih Manjur Daripada Obat?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar